Film Konspirasi Yang Diadaptasi Dari Novel Karya Dan Brown









Dan Brown, mungkin kalian sudah tidak asing lagi mendengar nama tersebut. Bagi yang belum tau siapa itu Dan Brown, Dan Brown adalah seorang penulis novel kelahiran Exeter, New Hampshire, Amerika Serikat. Brown lahir pada tanggal 22 Juni 1964 (sekarang berusia 55 tahun). Karya karya nya selalu mengundang kontroversi dan menggugah minat pembaca dalam hal teori konspirasi yang unik. Novel karya Dan Brown yang berjudul 'The Da Vinci Code' adalah novel karya nya yang paling sukses. The Da Vinci Code telah terjual lebih dari 81 juta eksemplar di dunia. Total keseluruhan novel Dan Brown yang terjual telah mencapai lebih dari 200 juta eksemplar. Ini menjadikan Dan Brown sebagai penulis terkaya di dunia.

Karya Dan Brown pun telah difilmkan dan menuai reaksi/kritik/review yang beragam. Ada yang mengatakan bahwa itu jelek, buruk, tidak sesuai ekspektasi. Dan ada juga yang mengatakan itu bagus, terbaik, dan sangat recommended ditonton.

Penulis akan memberikan 3 film yang diadaptasi dari novel Dan Brown yang layak kalian tonton (menurut Penulis pribadi).




Angels & Demons






Dibawah pengawasan Pastur Silvano Bentivoglio dan Dr. Vittoria Vettra, CERN (Conseil Européene pour la Recherce Nucléaire) melakukan proses Penumbuk Hadron Raksasa dan menciptakan tiga tabung partikel antimateri yang lebih besar daripada yang pernah diproduksi sebelumnya. Segera setelah itu, Pastur Silvano dibunuh dan salah satu tabung antimateri dicuri. Di saat yang sama, Gereja Katolik Roma sedang berduka karena kematian mendadak Paus Pius XVI di Roma dan sedang mempersiapkan konklaf untuk memilih Paus berikutnya. Sang Camerlengo, Pastur Patrick McKenna menjadi otoritas sementara Vatikan. Sebelum konklaf memasuki pengasingan, empat dari "preferiti" (kardinal potensial yang dipilih menjadi Paus) diculik oleh seorang lelaki yang mengaku mewakili Illuminati. Menggunakan pesan lewat video, penculik tersebut mengancam akan membunuh satu per satu kandidat setiap jam mulai pukul 8 malam dan mengebom semua wilayah kota Vatikan pada tengah malam menggunakan tabung antimateri yang hilang. Vatikan lalu memanggil pakar simbol Robert Langdon dari Harvard University, dan Vittoria dari CERN untuk membantu menyelamatkan empat preferiti dan menemukan tabung antimateri tersebut.

Dari menyimak pesan video Illuminati, hingga meneliti buku "Dialogo sopra i due massimi sistemi el mondo" karya Galileo Galilei, Robert Langdon akan melakukan apa yang perlu dilakukan untuk menyelamatkan Vatikan.




The Da Vinci Code







Jacques Sauniére, kurator Museum Louvre dan Grand Master Biarawan Sion telah ditembak mati pada suatu malam di museum tersebut oleh seorang rahib Katolik albino bernama Silas yang melakukannya atas nama seseorang yang hanya dikenalnya dengan sebutan Guru, yang mana berkeinginan untuk menemukan lokasi sebuah barang penting yang disebut "batu kunci" dalam rangka pencarian Piala Suci (Cawan Suci). Setelah jenazah Sauniére ditemukan dengan pose Vitruvian Man, polisi memanggil pakar simbol sekaligus profesor Harvard bernama Robert Langdon yang sedang berada di kota tersebut untuk urusan pekerjaan. Kapten Polisi Bezu Fache memberitahunya bahwa ia dipanggil untuk membantu polisi memecahkan kode rahasia yang ditinggalkan Sauniére pada menit menit terakhir menjelang kematiannya. Pesan tersebut berisi suatu deret bilangan Fibonacci yang tidak beraturan. Langdon menjelaskan kepada Fache bahwa Sauniére adalah seorang otoritas terkemuka dalam subjek karya seni dewi dan bahwa pentakel yang digambar Sauniére dengan darahnya sendiri merupakan suatu kiasan untuk sang dewi dan bukan "pemujaan setan" sebagaimana disampaikan oleh Fache.




Inferno







Robert Langdon terbangun di sebuah rumah sakit, dengan luka di kepala dan mengalami amnesia. Dalam ingatannya, terakhir kali ia sadar saat masih berada di Boston, namun entah mengapa saat ia tersadar kini telah berada di Venesia, Italia. Dokter yang menanganinya yang bernama Sienna Brooks mengatakan bahwa ia sudah tak sadarkan diri saat dibawa ke UGD dua hari yang lalu. Tak lama berselang, seorang aparat masuk ke rumah sakit dan mencoba membunuh Langdon. Robert Langdon dan Sienna Brooks pun melarikan diri dari rumah sakit, mereka kemudian bersembunyi. Keduanya tampak bingung, apakah yang sebenarnya terjadi pada Langdon. Dalam kondisi fisiknya yang lemah, sesekali mengalami halusinasi dan melihat bayangan bayangan tentang akhir dunia dan neraka.

Namun entah mengapa Robert Langdon tiba tiba menemukan sebuah tabung di saku jas yang ia kenakan. Dari tabung tersebut, Langdon menemukan sebuah faraday pointer yang menampilkan sebuah ilustrasi tentang gambaran neraka. Langdon menemukan adanya sandi berupa anagram dengan beberapa huruf huruf yang teracak. Namun dari firasat dan ingatan yang masih kacau, Langdon menebak bahwa akan ada kekacauan besar dimana seseorang berusaha menghancurkan dunia. Robert Langdon tidak dapat memercayai kepolisian setempat, Langdon pun mencoba menghubungi konsulat Amerika di Italia. Tapi, Langdon justru langsung dikepung oleh WHO dan juga aparat kepolisian. Langdon dan Sienna telah siap dengan hal tersebut. Mereka akhirnya melarikan diri dan mencoba memecahkan teka teki itu sendiri.




Bonus!!!




Penulis merekomendasikan novel Dan Brown yang satu ini, novel ini belum difilmkan






Robert Langdon menghadiri pengumuman besar yang rencananya "akan mengubah dunia sains" di Museum Guggenheim, Bilbao, Spanyol. Tuan rumah dari acara tersebut adalah Edmond Kirsch, seorang milyuner dan futuris yang berusia 40 tahun. Kirsch adalah sosok yang terkenal di seluruh dunia berkat bermacam penemuan teknologi tingkat tingginya dan bermacam prediksinya yang berani. Kirsch juga merupakan salah satu murid Langdon di Harvard 20 puluh tahun yang lalu. Dan sekarang, Kirsch mengungkap suatu terobosan yang mencengangkan. Sekaligus yang akan menjawab dua pertanyaan fundamental terkait eksistensi manusia.

Begitu acara dimulai, Langdon dan ratusan hadirin lainnya terpukau oleh pemaparan yang begitu orisinil, dan Langdon menyadari bahwa ini akan jauh lebih kontroversial daripada dugaannya. Namun acara yang telah diatur dengan amat sangat cermat itu tiba tiba kacau balau, dan penemuan berharga Kirsch nyaris hilang selamanya. Terguncang dan menghadapi bahaya besar, Langdon terpaksa melarikan diri dari Bilbao. Langdon didampingi oleh Ambra Vidal, sang direktur museum yang bekerja sama dengan Kirsch untuk menyelenggarakan acara. Keduanya bertolak ke Barcelona untuk mencari kode teka teki yang akan mengungkap rahasia Kirsch.

Menyusuri koridor gelap sejarah rahasia dan agama ekstrim, Langdon dan Vidal harus menghindari lawan yang sepertinya tahu segalanya. Lawan yang dimaksud tersebut kemungkinan didukung oleh pihak Istana Kerajaan Spanyol yang akan melakukan apa pun untuk membungkam Edmond Kirsch.




Yap! Sekian dulu postingan kali ini! Semoga bermanfaat!

Apabila ada kekurangan/kesalahan mohon dimaafkan :)

Sampai Jumpa!

Instagram: @reymanjfury

Facebook: Reyman Dhani

Twitter: @reymandhani



Komentar

Baca Juga