Beberapa Teori Mengenai Game Of Thrones Season 8
Siapa yang tidak mengenal serial TV peraih Golden Globe "Game Of Thrones."?
Yap! Serial yang dibuat oleh David Benioff dan D.B. Weiss yang tayang perdana sejak tahun 2011 ini adalah serial dengan penggemar yang cukup banyak di dunia.
Game Of Thrones merupakan serial yang diadaptasi dari novel berjudul "A Song Of Ice And Fire" karya George R.R. Martin
Menjelang season 8 pada 14 April nanti. Seperti biasa, banyak sekali teori bertebaran. Baik dari fans maupun situs situs film.
Berikut teori teori tentang GoT Season 8
1. Teori Skyegrid
Jamie Lannister, Kingslayer, dan kini, Queenslayer? Di saat ia kecil dulu, Cersei berjumpa dengan seorang penyihir bernama Maggy the Frog yang memberikan ia ramalan tentang masa depannya. Dari tiga hal yang diramal oleh Maggy, dua di antaranya telah menjadi kenyataan, dan ramalan ketiga mulai dipenuhi.
Pertama-tama, Maggy meramal bahwa ia tidak akan menikahi sang pangeran, namun sang raja, dan ia akan memiliki 20 anak. Ramalan tersebut terbukti, karena ia tidak jadi menikahi Rhaegar, dan justru menikahi Robert setelah ia menjadi raja. Robert pun telah menghamili 20 wanita, sedangkan Cersei memiliki tiga anak dengan Jamie, sang saudaranya.
Ramalan selanjutnya, adalah bahwa emas akan menjadi mahkota mereka (anak-anak dari Cersei), dan emas juga mengafani mereka. Ketiga anak Cersei pun telah mati setelah sempat menjadi raja, dikafani, sesuai dengan ramalan Maggy.
Ramalan terakhir, bahwa setelah ia tenggelam dalam kesedihan, sang valonqarakan mencekik lehermu yang pucat. Dalam Bahasa Valyria, Valonqar berarti adik laki-laki. Sejauh ini, Cersei selalu menduga bahwa Tyrion akan suatu hari membunuhnya, terutama setelah ia membunuh ayahnya sendiri.
2. Teori Fans
Sansa terkesan terpaksa menyerahkan Winterfell kepada Daenerys, karena kakak tirinya, Jon yang kini telah dipilih menjadi King of The North memutuskan untuk bend the knee alias mengabdi pada Daenerys.
Apalagi jika nanti Sansa mengetahui bahwa Jon ternyata adalah sepupunya yang bernama asli Aegon Targaryen, anak dari Rhaegar Targaryen dan Lyanna Stark, sekaligus menjadikan Jon keponakan Daenerys. Tentunya sebagai anak Stark tertua yang masih hidup, Sansa tak akan menyerahkan Winterfell semudah itu pada Jon dan Daenerys.
Tak sedikit pula penggemar yang menyadari bahwa kalimat 'Winterfell is yours' yang Sansa ucapkan juga pernah diucapkan sang ayah, Eddard Stark (juga dikenal dengan nama Ned Stark) kepada King Robert Baratheon di episode kesatu musim pertama GoT. Kala itu Robert dan rombongan kerajaan tiba di Winterfell, dan dua sahabat lama yakni Robert dan Ned bertemu kembali setelah sembilan tahun lamanya.
"Nine years. Why I'm not seeing you? Where the hell have you been? (Sembilan tahun sudah. Mengapa aku tak pernah bertemu denganmu? Ke mana saja kau?)" tanya Robert kepada Ned.
"Guarding the North for you, Your Grace. Winterfell is Yours (Menjaga North untukmu, Yang Mulia. Winterfell milikmu)," jawab Ned.
3. Teori Mariviu
Apakah mungkin jika White Walker akan menang dalam perang melawan manusia? Kenapa tidak? Salah satu kelebihan Game of Thrones dari serial lain adalah alur cerita yang susah ditebak. Semenjak season 1, penonton sudah terbiasa dengan cerita yang tidak sesuai dengan keinginan mereka. Penonton sudah biasa menangisi para karakter kesayangan yang berakhir dengan kematian tragis. Jadi tidak salah teori ini muncul.
Jika dilihat dari segi kekuatan perang, jelas manusia kalah banyak. Night King punya sumber daya melimpah, ia bisa menambah pasukan dari setiap manusia yang mereka bunuh di peperangan nanti. Selain itu, jangan lupa kalau White Walker sudah punya undead Viserion. Memang Night King kekurangan satu naga jika mau head-to-head dengan Daenerys. Tapi itu bukan suatu masalah yang berarti karena ia bisa menembak jatuh naga milik Dany kapan saja. Selain itu, peluang manusia untuk menang juga semakin menipis dengan runtuhnya the Wall.
Mungkin Jon dan teman-teman memiliki Dragon Stone yang bisa membalikkan keadaan. Tapi semua rencana tersebut bisa dirusak oleh pengkhianatan yang menjadi ciri khas warga Westeros. Ya, namanya juga orang-orang Westeros, sudah tahu memiliki masalah yang lebih besar di depan mata, mereka malah masih sibuk saling tikung dalam urusan perebutan kekuasaan. Jadi, sudah saatnya Night King “menekan tombol reset” dan membawa peradaban Westeros masuk ke malam yang gelap dan penuh teror.
4. Teori Datarobot
Adanya kematian dari anggota The Night’s Watch yang mendorong Night King bergerak ke Westeros menumpangi Viserion, naga Daenerys Targaryen yang sudah mati.
Berdasarkan algoritma, Daenerys Targaryen adalah tokoh yang punya peluang kematian paling besar di musim terakhir, dengan peluang 83,77 persen. Algoritma ini juga menentukan akhir yang cukup menegangkan untuk keluarga Lannister lantaran Jaime, Tyrion, dan Cersie juga punya peluang tinggi untuk mati. Algoritmanya berutut-turut adalah Jaime 72.91 persen, Tyrion 70,76 persen, Cersie 60,39 persen. Di sisi lain, keluarga Stark yang terdiri dari Sansa, Arya, Bran, dan Jon Snow disebut punya peluang bertahan hidup cukup tinggi.
5. Teori Omekide
Theon akan mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan Yara. Theon bisa diumpamakan sebagai jagoan yang tenggelam ke dasar laut yang terdalam, ini dimulai sejak season 3 ketika ia mengkhianati kepercayaan yang diberikan oleh Robb Stark. Sejak itu berbagai kebengisan dilakukannya hingga mengalami berbagai siksa malapetaka. Namun demikian Theon masih memiliki hati nurani, memiliki rasa sesal akan kesalahan yang telah ia perbuat dan tidak termaafkan.
6. Teori Fans
Jon Snow dan Daenerys Targaryen adalah Azor Ahai. Seperti yang kita tahu Azor Ahai adalah “Pangeran yang Dijanjikan” yang kelak akan membunuh The Night King.
7. Teori IDNTimes
Pada akhir episode musim ketujuh Game of Thrones, yang berjudul "The Dragon and The Wolf", kita melihat pasukan milik The Night King yang dijuluki "army of the dead" tengah menuju tembok bagian utara Westeros yang dijaga oleh pasukan Night's Watch.
Dua tokoh familiar kesayangan banyak fans yakni Tormund Giantsbane dan Beric Dondarrion, berjaga di menara pengawas paling atas tembok pembatas. Adegan selanjutnya menampilkan The Night King, dengan menunggangi Viserion, naga milik Daenerys yang sudah mati, terbang mendekati tembok dengan menyemburkan satu elemen misterius hingga menghancurkan sisi tembok pembatas.
Bersama dengan runtuhnya Eastwatch, terjadi kekacauan yang menyerang pasukan Night's Watch yang berjaga di sana. Tormund dan Beric sempat memerintahkan pasukan lain untuk mundur namun suasana chaos yang terjadi tidak mampu membantu keduanya. Adegan tersebut diakhiri dengan pengambilan gambar dari jarak jauh yang menampilkan tembok Eastwatch yang roboh.
Tanpa kepastian yang dapat disaksikan, para fans bertanya-tanya apakah Tormund dan Beric selamat dari situasi kacau tersebut atau tidak serta apa yang terjadi dengan The Night's Watch setelah The Night King berhasil merobohkan Eastwatch. Pertanyaan lain yang mengganggu benak para fans adalah elemen apa yang dikeluarkan oleh sang naga, Viserion, karena hal yang terlihat bukanlah api ataupun es. Jadi, para fans berharap musim kedelapan serial ini mampu menjawab nasib Tormund dan Beric yang masih menggantung.
8. Teori Komunitas Reddit
Laporan dalam komunitas Reddit tersebut telah mengklaim bahwa ada bayangan selama waktu Daenerys di Red Keep pada season 2 lalu yang sebenarnya telah mengungkapkan kebenaran tentang bagaimana cerita serial fantasi yang epik ini akan berakhir. “Ketika Daenerys ada di House of the Undying,” tulis mereka (Geek Reddit yang merupakan fans berat Game of Thrones).”Dia melewati sebuah pintu dan berakhir di ruang tahta dari Red Keep. Itu benar-benar hancur, sementara waktu itu juga sedang turun salju. Apakah ini mungkin beberapa bayangan tentang apa yang akan terjadi di musim 8 nanti?”.
Mereka pun menjelaskan tentang teori tersebut dengan mengatakan bahwa mereka menagkap nasib akhir sang ratu Daenerys itu dari salah satu adegan pada beberapa episode di season 2 lalu. yaitu saat adanya nuansa sunyi yang mencekam menunjukkan ruang tahta hancur dari atas pada episode itu, yang diperkirakan mungkin dari api sang naga. Juga saat ada adegan Night King dan naganya datang dan mungkin itulah yang dilakukannya di Red Keep.
Yap! Sekian dulu postingan kali ini! Semoga bermanfaat!
Apabila ada kekurangan/kesalahan mohon dimaafkan :)
Sampai Jumpa!
Instagram: @reymandhani
Facebook: Reyman Dhani
Twitter: @reymandhani
Jamie Lannister, Kingslayer, dan kini, Queenslayer? Di saat ia kecil dulu, Cersei berjumpa dengan seorang penyihir bernama Maggy the Frog yang memberikan ia ramalan tentang masa depannya. Dari tiga hal yang diramal oleh Maggy, dua di antaranya telah menjadi kenyataan, dan ramalan ketiga mulai dipenuhi.
Pertama-tama, Maggy meramal bahwa ia tidak akan menikahi sang pangeran, namun sang raja, dan ia akan memiliki 20 anak. Ramalan tersebut terbukti, karena ia tidak jadi menikahi Rhaegar, dan justru menikahi Robert setelah ia menjadi raja. Robert pun telah menghamili 20 wanita, sedangkan Cersei memiliki tiga anak dengan Jamie, sang saudaranya.
Ramalan selanjutnya, adalah bahwa emas akan menjadi mahkota mereka (anak-anak dari Cersei), dan emas juga mengafani mereka. Ketiga anak Cersei pun telah mati setelah sempat menjadi raja, dikafani, sesuai dengan ramalan Maggy.
Ramalan terakhir, bahwa setelah ia tenggelam dalam kesedihan, sang valonqarakan mencekik lehermu yang pucat. Dalam Bahasa Valyria, Valonqar berarti adik laki-laki. Sejauh ini, Cersei selalu menduga bahwa Tyrion akan suatu hari membunuhnya, terutama setelah ia membunuh ayahnya sendiri.
2. Teori Fans
Sansa terkesan terpaksa menyerahkan Winterfell kepada Daenerys, karena kakak tirinya, Jon yang kini telah dipilih menjadi King of The North memutuskan untuk bend the knee alias mengabdi pada Daenerys.
Apalagi jika nanti Sansa mengetahui bahwa Jon ternyata adalah sepupunya yang bernama asli Aegon Targaryen, anak dari Rhaegar Targaryen dan Lyanna Stark, sekaligus menjadikan Jon keponakan Daenerys. Tentunya sebagai anak Stark tertua yang masih hidup, Sansa tak akan menyerahkan Winterfell semudah itu pada Jon dan Daenerys.
Tak sedikit pula penggemar yang menyadari bahwa kalimat 'Winterfell is yours' yang Sansa ucapkan juga pernah diucapkan sang ayah, Eddard Stark (juga dikenal dengan nama Ned Stark) kepada King Robert Baratheon di episode kesatu musim pertama GoT. Kala itu Robert dan rombongan kerajaan tiba di Winterfell, dan dua sahabat lama yakni Robert dan Ned bertemu kembali setelah sembilan tahun lamanya.
"Nine years. Why I'm not seeing you? Where the hell have you been? (Sembilan tahun sudah. Mengapa aku tak pernah bertemu denganmu? Ke mana saja kau?)" tanya Robert kepada Ned.
"Guarding the North for you, Your Grace. Winterfell is Yours (Menjaga North untukmu, Yang Mulia. Winterfell milikmu)," jawab Ned.
3. Teori Mariviu
Apakah mungkin jika White Walker akan menang dalam perang melawan manusia? Kenapa tidak? Salah satu kelebihan Game of Thrones dari serial lain adalah alur cerita yang susah ditebak. Semenjak season 1, penonton sudah terbiasa dengan cerita yang tidak sesuai dengan keinginan mereka. Penonton sudah biasa menangisi para karakter kesayangan yang berakhir dengan kematian tragis. Jadi tidak salah teori ini muncul.
Jika dilihat dari segi kekuatan perang, jelas manusia kalah banyak. Night King punya sumber daya melimpah, ia bisa menambah pasukan dari setiap manusia yang mereka bunuh di peperangan nanti. Selain itu, jangan lupa kalau White Walker sudah punya undead Viserion. Memang Night King kekurangan satu naga jika mau head-to-head dengan Daenerys. Tapi itu bukan suatu masalah yang berarti karena ia bisa menembak jatuh naga milik Dany kapan saja. Selain itu, peluang manusia untuk menang juga semakin menipis dengan runtuhnya the Wall.
Mungkin Jon dan teman-teman memiliki Dragon Stone yang bisa membalikkan keadaan. Tapi semua rencana tersebut bisa dirusak oleh pengkhianatan yang menjadi ciri khas warga Westeros. Ya, namanya juga orang-orang Westeros, sudah tahu memiliki masalah yang lebih besar di depan mata, mereka malah masih sibuk saling tikung dalam urusan perebutan kekuasaan. Jadi, sudah saatnya Night King “menekan tombol reset” dan membawa peradaban Westeros masuk ke malam yang gelap dan penuh teror.
4. Teori Datarobot
Adanya kematian dari anggota The Night’s Watch yang mendorong Night King bergerak ke Westeros menumpangi Viserion, naga Daenerys Targaryen yang sudah mati.
Berdasarkan algoritma, Daenerys Targaryen adalah tokoh yang punya peluang kematian paling besar di musim terakhir, dengan peluang 83,77 persen. Algoritma ini juga menentukan akhir yang cukup menegangkan untuk keluarga Lannister lantaran Jaime, Tyrion, dan Cersie juga punya peluang tinggi untuk mati. Algoritmanya berutut-turut adalah Jaime 72.91 persen, Tyrion 70,76 persen, Cersie 60,39 persen. Di sisi lain, keluarga Stark yang terdiri dari Sansa, Arya, Bran, dan Jon Snow disebut punya peluang bertahan hidup cukup tinggi.
5. Teori Omekide
Theon akan mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan Yara. Theon bisa diumpamakan sebagai jagoan yang tenggelam ke dasar laut yang terdalam, ini dimulai sejak season 3 ketika ia mengkhianati kepercayaan yang diberikan oleh Robb Stark. Sejak itu berbagai kebengisan dilakukannya hingga mengalami berbagai siksa malapetaka. Namun demikian Theon masih memiliki hati nurani, memiliki rasa sesal akan kesalahan yang telah ia perbuat dan tidak termaafkan.
6. Teori Fans
Jon Snow dan Daenerys Targaryen adalah Azor Ahai. Seperti yang kita tahu Azor Ahai adalah “Pangeran yang Dijanjikan” yang kelak akan membunuh The Night King.
7. Teori IDNTimes
Pada akhir episode musim ketujuh Game of Thrones, yang berjudul "The Dragon and The Wolf", kita melihat pasukan milik The Night King yang dijuluki "army of the dead" tengah menuju tembok bagian utara Westeros yang dijaga oleh pasukan Night's Watch.
Dua tokoh familiar kesayangan banyak fans yakni Tormund Giantsbane dan Beric Dondarrion, berjaga di menara pengawas paling atas tembok pembatas. Adegan selanjutnya menampilkan The Night King, dengan menunggangi Viserion, naga milik Daenerys yang sudah mati, terbang mendekati tembok dengan menyemburkan satu elemen misterius hingga menghancurkan sisi tembok pembatas.
Bersama dengan runtuhnya Eastwatch, terjadi kekacauan yang menyerang pasukan Night's Watch yang berjaga di sana. Tormund dan Beric sempat memerintahkan pasukan lain untuk mundur namun suasana chaos yang terjadi tidak mampu membantu keduanya. Adegan tersebut diakhiri dengan pengambilan gambar dari jarak jauh yang menampilkan tembok Eastwatch yang roboh.
Tanpa kepastian yang dapat disaksikan, para fans bertanya-tanya apakah Tormund dan Beric selamat dari situasi kacau tersebut atau tidak serta apa yang terjadi dengan The Night's Watch setelah The Night King berhasil merobohkan Eastwatch. Pertanyaan lain yang mengganggu benak para fans adalah elemen apa yang dikeluarkan oleh sang naga, Viserion, karena hal yang terlihat bukanlah api ataupun es. Jadi, para fans berharap musim kedelapan serial ini mampu menjawab nasib Tormund dan Beric yang masih menggantung.
8. Teori Komunitas Reddit
Laporan dalam komunitas Reddit tersebut telah mengklaim bahwa ada bayangan selama waktu Daenerys di Red Keep pada season 2 lalu yang sebenarnya telah mengungkapkan kebenaran tentang bagaimana cerita serial fantasi yang epik ini akan berakhir. “Ketika Daenerys ada di House of the Undying,” tulis mereka (Geek Reddit yang merupakan fans berat Game of Thrones).”Dia melewati sebuah pintu dan berakhir di ruang tahta dari Red Keep. Itu benar-benar hancur, sementara waktu itu juga sedang turun salju. Apakah ini mungkin beberapa bayangan tentang apa yang akan terjadi di musim 8 nanti?”.
Mereka pun menjelaskan tentang teori tersebut dengan mengatakan bahwa mereka menagkap nasib akhir sang ratu Daenerys itu dari salah satu adegan pada beberapa episode di season 2 lalu. yaitu saat adanya nuansa sunyi yang mencekam menunjukkan ruang tahta hancur dari atas pada episode itu, yang diperkirakan mungkin dari api sang naga. Juga saat ada adegan Night King dan naganya datang dan mungkin itulah yang dilakukannya di Red Keep.
Yap! Sekian dulu postingan kali ini! Semoga bermanfaat!
Apabila ada kekurangan/kesalahan mohon dimaafkan :)
Sampai Jumpa!
Instagram: @reymandhani
Facebook: Reyman Dhani
Twitter: @reymandhani









Komentar
Posting Komentar